Disampaikan oleh Ust. Dwi Ahmad Bukhro pada Kuliah Ramadhan di Ruang Roudhoh SMP Al Hikmah Surabaya
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk berkumpul pada kesempatan yang mulia ini. Pada kesempatan Kuliah Ramadhan yang penuh berkah ini, saya ingin menyampaikan sebuah pesan penting mengenai betapa berhati-hatinya kita dalam membaca Al-Qur'an. Membaca Al-Qur'an adalah ibadah yang mulia dan salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, dalam membaca kitab-Nya, kita harus berhati-hati dan selalu memperhatikan cara dan adab dalam membaca Al-Qur'an, karena kesalahan dalam membaca Al-Qur'an bisa mengubah makna dan membawa dampak yang sangat besar.
Kesalahan dalam membaca Al-Qur'an bisa terjadi karena beberapa faktor yang sering kali kita anggap sepele. Faktor utama yang sering kali menyebabkan kesalahan dalam bacaan adalah kurangnya pengetahuan tentang tajwid dan makhrojul huruf, kurangnya konsentrasi dan perhatian saat membaca, serta kurangnya latihan dan praktek. Ketiga faktor ini, meskipun tampak sederhana, dapat memberikan dampak besar pada pemahaman kita terhadap Al-Qur'an dan bahkan dapat mengubah makna yang terkandung dalam ayat tersebut.
Misalnya, dalam membaca ayat "سِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ" (Sirathal ladzina an'amta alaihim) yang artinya "jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat," jika dibaca dengan salah, seperti "أَنَمتُ" (Anamtu), yang berarti "Aku yang memberi nikmat," maka makna ayat tersebut akan berubah total. Perubahan makna ini tentu sangat merugikan dan bisa mengarah pada pemahaman yang keliru. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk selalu berhati-hati dalam membaca Al-Qur'an.
Tajwid dan makhrojul huruf adalah dua aspek yang sangat penting dalam membaca Al-Qur'an. Tajwid, sebagaimana yang kita ketahui, berarti membaca dengan benar sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan. Makhrojul huruf adalah ilmu yang menjelaskan tentang tempat keluarnya huruf-huruf dalam Al-Qur'an. Setiap huruf memiliki tempat keluarnya yang berbeda-beda, dan cara melafalkannya juga harus sesuai dengan kaidah yang benar. Jika kita salah dalam melafalkan satu huruf saja, maka makna yang terkandung dalam ayat tersebut bisa berubah.
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Muzammil ayat 4:
"وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا"
"Dan bacalah Al-Qur'an dengan tartil." (QS. Al-Muzammil: 4)
Kata "tartil" dalam ayat ini memiliki arti membaca dengan pelan, jelas, dan benar. Dalam konteks ini, Allah SWT memerintahkan kita untuk membaca Al-Qur'an dengan penuh perhatian, tidak terburu-buru, dan dengan cara yang benar. Membaca dengan tartil bukan hanya soal kecepatan membaca, tetapi juga tentang ketepatan pengucapan huruf, perhentian yang tepat, dan cara melafalkan setiap ayat sesuai dengan kaidah yang ada.
Dengan memahami tajwid dan makhrojul huruf, kita akan bisa menghindari kesalahan yang dapat merubah makna dan memahami Al-Qur'an dengan lebih baik. Oleh karena itu, kita harus berusaha untuk mempelajari dan memahami kedua hal ini dengan baik. Belajar tajwid bukanlah suatu hal yang hanya dilakukan sekali, tetapi harus terus-menerus dilakukan agar bacaan kita semakin benar dan semakin baik.
Selain untuk menjaga agar makna ayat tetap terjaga dengan benar, berhati-hati dalam membaca Al-Qur'an juga akan memberikan kita banyak manfaat. Salah satu manfaat besar dari membaca Al-Qur'an dengan benar adalah meningkatkan kekhusyukan dalam sholat. Saat kita membaca Al-Qur'an dengan benar, hati kita akan lebih tenang dan fokus, dan kita bisa merasakan kedekatan dengan Allah SWT. Bacaan Al-Qur'an yang benar dan sesuai tajwid juga akan membawa ketenangan dan keberkahan dalam hidup kita, serta menjadi amalan yang diterima oleh Allah SWT.
Dalam membaca Al-Qur'an, kita harus berhati-hati dan senantiasa memperhatikan tajwid dan makhrojul huruf agar kita tidak mengubah makna ayat-ayat-Nya. Membaca Al-Qur'an dengan benar adalah sebuah ibadah yang mendekatkan kita kepada Allah SWT. Kita harus mempelajari tajwid dan makhrojul huruf dengan baik, serta senantiasa berlatih agar bacaan kita semakin sempurna. Dengan membaca Al-Qur'an dengan tartil, jelas, dan penuh perhatian, kita dapat memperoleh manfaat yang besar dalam kehidupan kita, baik di dunia maupun di akhirat.
Marilah kita berusaha bersama-sama untuk selalu berhati-hati dalam membaca Al-Qur'an, agar kita tidak hanya membaca kata-kata-Nya, tetapi juga dapat memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah SWT memberikan kita kemampuan untuk membaca Al-Qur'an dengan benar, menjaga makna yang terkandung dalam setiap ayat-Nya, dan memberkahi kita dengan hikmah yang mendalam dari kitab-Nya.
Rujukan: