Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan rahmat dari Allah SWT. Setiap amal baik yang kita lakukan dalam bulan suci ini, dilipatgandakan pahalanya, memberikan kesempatan yang sangat berharga bagi setiap umat Muslim untuk memperbanyak amal ibadah. Pada kesempatan yang berharga ini, SMP Al Hikmah Surabaya menggelar Kuliah Ramadhan yang disampaikan oleh Ust. M. Choirul Hadi, S.Pd., M.Pd.I., Koordinaot Jenjang kelas VII sekaligus pendakwah di lingkungan tinggal beliau, yang juga merupakan pengajar di sekolah tersebut. Kuliah Ramadhan kali ini diselenggarakan setelah briefing pagi dan tilawah bersama ustadz dan ustadzah di ruang Roudhoh, tempat yang penuh dengan ketenangan dan semangat untuk mendalami ilmu agama.
Tema utama yang disampaikan oleh Ust. Choirul Hadi adalah pentingnya niat yang lurus dalam menuntut ilmu, terutama ilmu agama. Beliau menjelaskan bahwa bulan Ramadhan adalah waktu yang sangat tepat untuk memperbaiki niat kita dalam segala hal, termasuk dalam menuntut ilmu. Namun, Ust. Choirul Hadi menekankan bahwa ilmu yang bermanfaat hanya akan diperoleh jika dimulai dengan niat yang benar dan lurus. Niat yang benar dalam mengaji bukan sekadar untuk menambah wawasan semata, tetapi sebagai bentuk ibadah, sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan yang paling penting, ilmu yang kita peroleh harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, demi kebaikan diri sendiri dan orang lain.
Selain itu, Ust. Choirul Hadi juga mengangkat tema yang sangat penting yang ada dalam kitab Wasiatul Musthofa. Kitab ini berisi wasiat Rasulullah ﷺ kepada Sayyidina Ali tentang hakikat taubat yang sejati. Rasulullah ﷺ mengingatkan kita bahwa taubat yang sebenarnya bukan hanya sekadar mengucapkan istighfar, melainkan harus diiringi dengan perubahan nyata dalam kehidupan kita. Taubat yang diterima oleh Allah SWT adalah taubat yang membawa perubahan signifikan dalam hidup seseorang, terutama dalam hal rezeki.
Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa jika kita ingin taubat kita diterima oleh Allah, maka pekerjaan yang kita jalani haruslah halal, dan harta yang kita peroleh haruslah bersih dari segala bentuk kezaliman dan yang haram. Ust. Choirul Hadi menjelaskan bahwa banyak dari kita yang merasa telah bertaubat, namun masih ada hal-hal yang tidak kita perbaiki, seperti cara kita mencari nafkah atau apa yang kita konsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, bagaimana mungkin doa kita dapat sampai ke langit jika tangan kita masih menggenggam yang haram? Bagaimana mungkin taubat kita diterima oleh Allah jika kita tidak membersihkan jalan rezeki kita?
Dalam konteks Ramadhan, Ust. Choirul Hadi mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan bulan suci ini sebagai momentum untuk merenung, memperbaiki diri, dan kembali kepada Allah dengan hati yang bersih. Ramadhan bukan hanya sekadar ajang untuk memperbanyak ibadah ritual, tetapi juga saat yang tepat untuk introspeksi diri, memperbaiki niat, dan memastikan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan selama bulan ini adalah untuk meraih ridha Allah. Beliau mengajak kita untuk berusaha membersihkan diri, memperbaiki niat, dan menghindari segala sesuatu yang dapat menghalangi keberkahan Ramadhan, terutama dalam hal rezeki.
Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk tidak hanya berfokus pada ibadah zahir, tetapi juga harus memperhatikan kebersihan hati dan cara kita dalam memperoleh penghidupan. Ramadhan, dengan segala keberkahannya, menjadi kesempatan emas bagi kita untuk memperbaiki diri secara menyeluruh. Oleh karena itu, Ust. Choirul Hadi menekankan pentingnya memperbaiki niat, memastikan pekerjaan yang halal, dan membersihkan segala yang haram dari kehidupan kita.
Ust. Choirul Hadi juga mengingatkan kita bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan ampunan, di mana Allah SWT akan menerima taubat hamba-Nya yang sungguh-sungguh. Maka, marilah kita memanfaatkan bulan yang penuh rahmat ini untuk benar-benar kembali kepada Allah, untuk memperbaiki diri, dan untuk memulai perubahan dalam hidup kita. Dengan memperbaiki niat, menjaga hati, dan memastikan rezeki yang kita peroleh adalah halal, kita berharap agar ibadah kita diterima oleh Allah, dosa-dosa kita diampuni, dan hidup kita diberkahi baik di dunia maupun di akhirat.
Semoga dengan memperbaiki niat dan amalan kita di bulan Ramadhan ini, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik, lebih dekat dengan Allah, dan lebih bermanfaat bagi sesama. Aamiin.