(20 Mar 2025 | 13:18)

Membangun Keluarga Sakinah: Representasi Keluarga Surgawi dalam Kuliah Ramadhan Ruang Roudhoh SMP Al Hikmah Surabaya

Kuliah Ramadhan yang diadakan di Ruang Roudhoh SMP Al Hikmah Surabaya berkumpul untuk mendalami topik penting yang berkaitan dengan kehidupan keluarga. Dalam kesempatan kali ini, mereka diajak untuk merenungkan konsep keluarga sakinah, sebuah gambaran ideal keluarga yang tidak hanya menciptakan kebahagiaan duniawi, tetapi juga sebagai bekal untuk kehidupan akhirat. Kuliah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para peserta tentang betapa besarnya pengaruh keluarga dalam menentukan masa depan mereka, baik di dunia maupun di akhirat.

Keluarga Sakinah: Sebuah Model Kehidupan Surgawi

Keluarga sakinah dapat diartikan sebagai keluarga yang penuh dengan kedamaian, ketenangan, dan keharmonisan. Kata "sakinah" (سَكِينَة) dalam bahasa Arab sendiri berarti ketenangan, kedamaian yang datang dari Allah. Keluarga yang sakinah akan menciptakan suasana yang nyaman bagi setiap anggota keluarga untuk tumbuh dan berkembang dalam iman dan taqwa kepada Allah. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman mengenai pentingnya sebuah keluarga yang sakinah:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّيَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً
"Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya adalah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan hidup dari jenis kamu sendiri, agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antara kamu rasa kasih sayang dan belas kasihan." (QS. Ar-Rum: 21)

Ayat ini menggambarkan bahwa keluarga yang sakinah adalah bagian dari tanda kebesaran Allah, dan di dalamnya terdapat rasa kasih sayang yang mendalam antara suami, istri, dan anak-anak. Ketika kedamaian dan ketenangan ada dalam keluarga, maka keluarga tersebut akan menjadi tempat yang penuh berkah dan kebahagiaan. Keluarga yang sakinah ini juga menjadi landasan untuk membangun masa depan yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat.

Membangun keluarga sakinah bisa diibaratkan seperti membangun sebuah istana. Setiap orang tentu memiliki harapan dan impian mengenai keluarga yang mereka inginkan, baik itu yang sederhana maupun yang lebih mewah dengan berbagai ornamen dan hiasan. Namun, yang paling penting dalam membangun keluarga adalah bagaimana setiap anggota keluarga bekerja sama dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan kasih sayang untuk menciptakan keluarga yang sejahtera. Hal ini tidak hanya bergantung pada bentuk fisik keluarga, tetapi pada ketulusan dan perjuangan setiap anggotanya untuk menjadikan keluarga mereka sebagai sumber kebahagiaan dunia dan akhirat.

Trilogi Kehidupan Keluarga: Sakinah, Mawadah, dan Rahmah

Dalam kehidupan berkeluarga, terutama dalam hubungan suami istri, ada tiga elemen yang harus diperhatikan dengan baik: sakinah, mawadah, dan rahmah. Ketiga elemen ini dikenal sebagai Trilogi Kehidupan Keluarga, yang harus menjadi dasar dalam membina sebuah keluarga yang harmonis dan penuh berkah.

  1. Sakinah (Ketenangan) – Ketenangan dalam keluarga bukan hanya tercipta secara fisik, tetapi juga batiniah. Keluarga yang sakinah akan menciptakan lingkungan yang nyaman, penuh kedamaian, dan membuat setiap anggota merasa tenteram. Ketenangan ini juga membawa pengaruh positif dalam perkembangan spiritual anggota keluarga, yang akan membimbing mereka dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.

  2. Mawadah (Kasih Sayang) – Mawadah merujuk pada cinta yang mendalam antara suami dan istri. Cinta ini harus terwujud tidak hanya dalam kata-kata, tetapi juga dalam tindakan yang saling mendukung, memahami, dan berusaha untuk selalu mengingatkan satu sama lain dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan keberkahan. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada yang lebih baik dan lebih diberkahi untuk dua orang yang saling mencintai selain pernikahan.” (HR. Ibnu Majah)

  1. Rahmah (Kasih Sayang yang Luas) – Rahmah menggambarkan kasih sayang yang tidak terbatas. Kasih sayang ini seharusnya meluas kepada setiap anggota keluarga, termasuk kepada anak-anak. Sehingga, keluarga tidak hanya menjadi tempat yang aman bagi orang tua, tetapi juga bagi anak-anak untuk berkembang dengan penuh rasa aman dan kasih sayang.

Ketiga elemen ini harus senantiasa terjaga dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ketika ketiga elemen ini terwujud dalam keluarga, insya Allah, keluarga tersebut akan menjadi sumber kebahagiaan yang abadi, baik di dunia maupun di akhirat.

Membangun Keluarga sebagai Ibadah yang Tak Terputus

Membangun keluarga adalah ibadah yang tidak ada batas waktunya. Setiap ibadah yang kita lakukan di dunia, seperti salat dan puasa, memiliki waktu tertentu. Namun, membangun keluarga adalah ibadah yang terus menerus sepanjang waktu. Keluarga adalah sebuah ladang ibadah yang tidak mengenal waktu dan terus berlanjut hingga akhir hayat.

Allah SWT dalam Al-Qur'an mengingatkan kita untuk menjaga keluarga kita dengan sebaik-baiknya agar selamat dari siksa api neraka. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُو أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
"Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu." (QS. At-Tahrim: 6)

Tugas utama orang tua adalah membimbing anak-anak mereka untuk menjadi pribadi yang taat kepada Allah, serta mendidik mereka dengan kasih sayang dan penuh kesabaran. Hal ini membutuhkan usaha yang tidak hanya sementara, tetapi sepanjang waktu.

Waspada terhadap Godaan Setan

Dalam proses membangun keluarga sakinah, tidak jarang setiap keluarga akan menghadapi berbagai ujian dan godaan. Salah satunya adalah godaan dari setan yang berusaha untuk merusak keharmonisan dalam rumah tangga. Setan akan mencoba untuk menggoda kita agar gagal dalam membina keluarga yang baik. Rasulullah SAW mengingatkan kita:

“Setan itu duduk di jalan manusia, maka barang siapa yang berjalan di jalan Allah, setan pun menjauh darinya.” (HR. Tirmidzi)

Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap anggota keluarga untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan menjaga diri dari godaan setan. Hanya dengan cara ini mereka dapat menciptakan keluarga yang sakinah, mawadah, dan rahmah.

Kesimpulan: Membangun Keluarga Sakinah untuk Kehidupan Akhirat

Membangun keluarga sakinah bukanlah sebuah tugas yang mudah, namun sangat penting untuk kehidupan dunia dan akhirat. Dengan ketekunan, kesabaran, dan kasih sayang, keluarga dapat menjadi sumber kebahagiaan dan keberkahan. Dengan adanya kesadaran untuk selalu mengingat Allah dalam setiap langkah keluarga, diharapkan setiap keluarga dapat menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan rahmah. Semoga Allah SWT memudahkan setiap usaha kita dalam membangun keluarga yang bahagia di dunia dan akhirat.

آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ