Surabaya – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh murid SMP Al Hikmah Surabaya. Nadya Kamilah Azzahra berkesempatan mengikuti Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN): Pekanbaru Chapter 2026 yang diselenggarakan pada 25–26 Juli 2026 di Hotel Pangeran, Pekanbaru. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, diplomasi, serta komunikasi dalam bahasa Inggris melalui simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam AYIMUN, setiap peserta berperan sebagai delegasi dari sebuah negara yang bertugas menyampaikan posisi resmi negaranya terhadap isu global yang sedang dibahas. Pada penyelenggaraan kali ini, tema yang diangkat adalah "Equality for All: Inclusive Education for Students with Disabilities", yang mengajak para delegasi untuk mendiskusikan pentingnya pendidikan inklusif bagi peserta didik penyandang disabilitas.
Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan rangkaian sidang yang dipandu oleh Board of Dais (The Chairs). Pada hari pertama, seluruh delegasi melakukan registrasi dan menerima identitas negara yang akan mereka wakili. Setelah proses Roll Call atau pengecekan kehadiran, sidang resmi dimulai. Setiap delegasi menyampaikan pidato (opening speech) mengenai pandangan negara yang diwakilinya terhadap isu pendidikan inklusif. Selain itu, para peserta juga berdiskusi dan membentuk kelompok kerja bersama delegasi dari negara lain untuk merumuskan solusi yang akan diajukan.
Memasuki hari kedua, para delegasi menyusun Draft Resolution, yaitu dokumen resmi yang berisi rekomendasi serta langkah-langkah strategis dalam menjawab isu yang dibahas. Dokumen tersebut kemudian dipresentasikan pada sidang terakhir sebelum seluruh delegasi melakukan proses pemungutan suara (voting) untuk menentukan apakah resolusi yang diajukan dapat diterima.
Meskipun belum meraih penghargaan, Nadya Kamilah Azzahra mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga selama mengikuti AYIMUN.
"Mengikuti AYIMUN memberikan pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Saya belajar untuk lebih percaya diri berbicara di depan banyak orang, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris formal, serta berdiskusi dan berkolaborasi dengan peserta lain dalam mencari solusi terhadap isu global. Selain itu, saya juga mendapatkan banyak teman baru dari berbagai sekolah," ungkap Nadya Kamilah Azzahra
Harapannya pengalaman ini menjadi bekal berharga baginya untuk terus berkembang sebagai generasi yang berwawasan global, berintegritas, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.