(23 Oct 2026 | 13:15)

Hari Kedua Bootcamp Technopreneur: Gali Ilmu Industri Kreatif dan Digital, Para Siswa Terjun Langsung ke Sentra Bisnis Jogja

SLEMAN, YOGYAKARTA — Memasuki hari kedua pelaksanaan Bootcamp Technopreneur, Kamis (22/10/2026), agenda para siswa semakin padat, seru, dan penuh kejutan inspiratif. Mengenakan kostum kebanggaan kelas yang bernuansa santai dan elegan, seluruh peserta telah bersiap sejak pagi hari untuk menyerap berbagai ilmu wirausaha langsung dari para pelakunya di Yogyakarta.

Perjalanan belajar diawali dengan sesi materi di Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sleman. Dalam sesi ini, para siswa mendalami materi mengenai Pengembangan IKM (Industri Kecil Menengah) dan Produk Kreatif. Peserta diajak memahami bagaimana produk-produk lokal mampu bersaing dan berkembang menjadi komoditas kreatif berdaya saing tinggi. Selanjutnya para siswa diajak melihat secara langsung hasil kerajinan-kerajinan masyarakat Sleman dan sekitarnya. 

Tak hanya berteori di dalam ruangan, para calon wirausahawan muda ini terjun langsung ke lapangan melalui serangkaian kegiatan Outing Learning. Para siswa melakukan observasi langsung terkait sentra pemasaran produk kreatif serta mengamati perilaku konsumen (consumer behavior) di pusat keramaian ekonomi Jogja, yakni Malioboro. 

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Pabrik Coklat Monggo. Kunjungan industri ini menjadi salah satu agenda paling dinanti dalam rangkaian Bootcamp Technopreneur. Tidak hanya sekadar memanjakan lidah, para siswa diajak menyelami secara langsung bagaimana sebuah jenama coklat lokal Indonesia mampu menembus standar kualitas internasional.

Perjalanan dimulai dari area museum, di mana siswa mempelajari sejarah panjang perjalanan biji kakao dari perkebunan lokal hingga sampai di pabrik. Masuk ke area produksi, mata para siswa berbinar melihat deretan mesin berteknologi tinggi dan pengrajin coklat (chocolatier) yang bekerja dengan presisi tinggi. 
Sesi kunjungan ini diakhiri dengan bedah strategi pengemasan dan nilai jual produk (brand value). Siswa mempelajari bagaimana Coklat Monggo menggunakan bahan kemasan ramah lingkungan (eco-friendly) berbahan kertas daur ulang. Sentuhan desain visual yang memadukan unsur budaya Jawa dan estetika modern menjadi contoh nyata pentingnya storytelling pada kemasan untuk menarik perhatian pembeli lokal maupun wisatawan mancanegara.

Kemampuan Technopreneur para siswa semakin disempurnakan melalui Sesi Materi dan Workshop terkait Video Editing dan Konten Media Digital yang bertempat di Ballroom Graha Nurava. Malam harinya ditutup dengan refleksi harian serta penugasan proyek video tim, di mana para peserta mengubah seluruh pengalaman belajar seharian menjadi konten kreatif digital yang siap menginspirasi publik.

Rangkaian kegiatan hari kedua ini membuktikan bahwa menjadi wirausahawan masa depan membutuhkan keterpaduan antara strategi lapangan dan kecakapan media digital.

Topik Berita
Technopreneur